
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>ikuiku</title>
	<atom:link href="http://ikuiku.dagdigdug.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ikuiku.dagdigdug.com</link>
	<description>one for all</description>
	<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 16:43:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>KEUNGGULAN ASI DAN MANFAAT MENYUSUI</title>
		<link>http://ikuiku.dagdigdug.com/2009/07/14/keunggulan-asi-dan-manfaat-menyusui/</link>
		<comments>http://ikuiku.dagdigdug.com/2009/07/14/keunggulan-asi-dan-manfaat-menyusui/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 15:42:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewisyochria</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<category><![CDATA[aa]]></category>

		<category><![CDATA[anak]]></category>

		<category><![CDATA[asi]]></category>

		<category><![CDATA[bayi]]></category>

		<category><![CDATA[casein]]></category>

		<category><![CDATA[cerdas]]></category>

		<category><![CDATA[dha]]></category>

		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[gizi]]></category>

		<category><![CDATA[ibu]]></category>

		<category><![CDATA[kolostrum]]></category>

		<category><![CDATA[manfaat]]></category>

		<category><![CDATA[protein]]></category>

		<category><![CDATA[susu]]></category>

		<category><![CDATA[taurin]]></category>

		<category><![CDATA[whey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikuiku.dagdigdug.com/2009/07/14/keunggulan-asi-dan-manfaat-menyusui/</guid>
		<description><![CDATA[Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan aspek penundaan kehamilan.
1.Aspek Gizi.
Manfaat Kolostrum
•	Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare.
•	Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan aspek penundaan kehamilan.</p>
<p>1.Aspek Gizi.<br />
Manfaat Kolostrum<br />
•	Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare.<br />
•	Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.<br />
•	Kolostrum mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran.<br />
•	Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.</p>
<p>Komposisi ASI<br />
•	ASI mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut.<br />
•	ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak.<br />
•	Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.</p>
<p>Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI<br />
•	Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.<br />
•	Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA  dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).</p>
<p>2. Aspek Imunologik<br />
•	ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.<br />
•	Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.<br />
•	Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat  zat besi di saluran pencernaan.<br />
•	Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.<br />
•	Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi  saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu.<br />
•	Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.</p>
<p>3. Aspek Psikologik<br />
•	Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih saying terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.<br />
•	Interaksi Ibu dan Bayi: Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.<br />
•	Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.</p>
<p>4. Aspek Kecerdasan<br />
•	Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi.<br />
•	Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.</p>
<p>5. Aspek Neurologis<br />
•	Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.</p>
<p>6. Aspek Ekonomis<br />
•	Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai bayi berumur 4 bulan. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.</p>
<p>7. Aspek Penundaan Kehamilan<br />
•	Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).</p>
<p>Sumber: Buku Panduan Manajemen Laktasi: Dit.Gizi Masyarakat-Depkes RI,2001</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://ikuiku.dagdigdug.com/?p=8&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_8" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikuiku.dagdigdug.com/2009/07/14/keunggulan-asi-dan-manfaat-menyusui/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kolostrum dan Manfaatnya</title>
		<link>http://ikuiku.dagdigdug.com/2009/07/14/kolostrum-dan-manfaatnya/</link>
		<comments>http://ikuiku.dagdigdug.com/2009/07/14/kolostrum-dan-manfaatnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 15:24:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewisyochria</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<category><![CDATA[asi]]></category>

		<category><![CDATA[gizi]]></category>

		<category><![CDATA[hamil]]></category>

		<category><![CDATA[hari]]></category>

		<category><![CDATA[ibu]]></category>

		<category><![CDATA[kolostrum]]></category>

		<category><![CDATA[manfaat]]></category>

		<category><![CDATA[pertama]]></category>

		<category><![CDATA[susu]]></category>

		<category><![CDATA[zat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikuiku.dagdigdug.com/2009/07/14/kolostrum-dan-manfaatnya/</guid>
		<description><![CDATA[Kolostrum (Colostrum) adalah jenis susu yang diproduksi pada tahap akhir kehamilan dan pada hari-hari awal setelah melahirkan. Warnanya kekuningan dan kental. Meski jumlahnya tidak banyak, kolostrum memiliki konsentrasi gizi dan imunitas yang tinggi.
Dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran, kolostrum keluar dari payudara untuk diminum bayi. Kolostrum TIDAK BISA diproduksi secara sintetis!
Jumlah kolostrum memang tidak banyak. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kolostrum (Colostrum) adalah jenis susu yang diproduksi pada tahap akhir kehamilan dan pada hari-hari awal setelah melahirkan. Warnanya kekuningan dan kental. Meski jumlahnya tidak banyak, kolostrum memiliki konsentrasi gizi dan imunitas yang tinggi.<br />
Dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran, kolostrum keluar dari payudara untuk diminum bayi. Kolostrum TIDAK BISA diproduksi secara sintetis!<br />
Jumlah kolostrum memang tidak banyak. Kolostrum hanya tersedia mulai hari pertama hingga maksimal hari ketiga atau keempat. Menyusui tidak menyusui, kolostrum tetap ada. Setelah itu, keluar susu peralihan[1].<br />
Manfaat Kolostrum<span id="more-7"></span><br />
Berikut manfaat kolostrum[2] [3]:<br />
1.	Kolostrum berkhasiat khusus untuk bayi dan komposisinya mirip dengan nutrisi yang diterima bayi selama di dalam rahim.<br />
2.	Kolostrum bermanfaat untuk mengenyangkan bayi pada hari-hari pertama hidupnya<br />
3.	Seperti imunisasi, kolostrum memberi antibodi kepada bayi (perlindungan terhadap penyakit yang sudah pernah dialami sang ibu sebelumnya).<br />
4.	Kolostrum juga mengandung sedikit efek pencahar untuk menyiapkan dan membersihkan sistem pencernaan bayi dari mekonium.<br />
5.	Kolostrum juga mengurangi konsentrasi bilirubin (yang menyebabkan bayi kuning) sehingga bayi lebih terhindar dari jaundice.<br />
6.	Kolostrum juga membantu pembentukan bakteri yang bagus untuk pencernaan[4].<br />
Maka dari itu, kolostrum memiliki fungsi yang sangat vital dalam 10 hari pertama kehidupan bayi! Meskipun nantinya anda tidak dapat menyusui bayi dalam jangka waktu yang lama, sebisa mungkin kolostrum ini harus diberikan kepada bayi terlebih dahulu.<br />
Kandungan Gizi<br />
Kolostrum adalah konsentrasi tinggi karbohidrat, protein, dan zat kebal tubuh. Zat kebal yang ada antara lain adalah: IgA dan sel darah putih. Kolostrum amat rendah lemak, karena bayi baru lahir memang tidak mudah mencerna lemak[4].<br />
1 sendok teh kolostrum memiliki nilai gizi sesuai dengan kurang lebih 30 cc susu formula. Usus bayi dapat menyerap 1 sendok teh kolostrum tanpa ada yang terbuang, sedangkan untuk 30 cc susu formula yang diisapnya, hanya satu sendok teh sajalah yang dapat diserap ususnya[1].<br />
Pada hari pertama mungkin hanya diperoleh 30 cc. Namun, dalam setiap tetesnya terdapat berjuta-juta satuan zat antibodi. SIgA adalah antibodi yang hanya terdapat dalam ASI. Kandungan SIgA dalam kolostrum pada hari pertama adalah 800 gr/100 cc. Selanjutnya mulai berkurang menjadi 600 gr/100 cc pada hari kedua, 400 gr/100 cc pada hari ketiga, dan 200 gr/100 cc pada hari keempat[1].<br />
Referensi<br />
↑ 1,0 1,1 1,2 Blog ASI. Sepuluh Keistimewaan Pemberian ASI. 2005<br />
↑ BMSG. Practical Hints on Breastfeeding, Second edition revised. Breastfeeding Mothers’ Support Group (Singapore) , 2001<br />
↑ Blog ASI. ASI Terbaik Untuk Bayi dan Ibu. 2005<br />
↑ 4,0 4,1 Wikipedia, Colostrum, 23 Mei 2006<br />
Diperoleh dari “http://asuh.wikia.com/wiki/Kolostrum</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://ikuiku.dagdigdug.com/?p=7&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_7" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikuiku.dagdigdug.com/2009/07/14/kolostrum-dan-manfaatnya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cegah alergi pada bayi yang ASI Eksklusif</title>
		<link>http://ikuiku.dagdigdug.com/2009/07/14/cegah-alergi-pada-bayi-yang-asi-eksklusif/</link>
		<comments>http://ikuiku.dagdigdug.com/2009/07/14/cegah-alergi-pada-bayi-yang-asi-eksklusif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 15:18:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewisyochria</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<category><![CDATA[anak]]></category>

		<category><![CDATA[asi]]></category>

		<category><![CDATA[bayi]]></category>

		<category><![CDATA[cegah]]></category>

		<category><![CDATA[elergi]]></category>

		<category><![CDATA[esklusif]]></category>

		<category><![CDATA[ibu]]></category>

		<category><![CDATA[kandungan]]></category>

		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<category><![CDATA[susu]]></category>

		<category><![CDATA[vitamin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikuiku.dagdigdug.com/2009/07/14/cegah-alergi-pada-bayi-yang-asi-eksklusif/</guid>
		<description><![CDATA[Gejala alergi bisa bermacam-macam, seperti diare, muntah, kolik, bintik kemerahan yang gatal di kulit, pilek, napas berbunyi, atau asma. Salah satu penyebabnya, terutama alergi pada usia bayi adalah makanan seperti susu sapi, telur, kacang tanah, kacang kedelai, dan makanan laut. Para ahli saat ini menganjurkan untuk mencegah alergi sedini mungkin karena belum ada obat yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="western">Gejala alergi bisa bermacam-macam, seperti diare, muntah, kolik, bintik kemerahan yang gatal di kulit, pilek, napas berbunyi, atau asma. Salah satu penyebabnya, terutama alergi pada usia bayi adalah makanan seperti susu sapi, telur, kacang tanah, kacang kedelai, dan makanan laut. Para ahli saat ini menganjurkan untuk mencegah alergi sedini mungkin karena belum ada obat yang dapat menghilangkan alergi. Alergi yang dibiarkan juga bisa berkembang lebih berat, misalnya alergi makanan pada bayi bisa menyebabkan alergi saluran napas di kemudian hari. Pencegahan terbaik adalah menghindari makanan penyebab alergi.<span id="more-6"></span></p>
<p class="western">
<h4><span>Ibu pun bisa ikut berdiet </span></h4>
<p class="western">ASI, selain memberikan perlindungan pada bayi dari infeksi dan alergi, di sisi lain ternyata dapat “menyalurkan” alergen (penyebab alergi) yang bisa menimbulkan gejala pada bayi yang sudah berisiko alergi. Beberapa yang ditemukan pada Asi antara lain susu sapi, telur, dan kacang. Meski demikian, American  Academy of Pediatrics (AAP) tetap merekomendasikan ASI eksklusif sebagi pencegah alergi.</p>
<p class="western">Untuk ibu ASI eksklusif yang bayinya sudah positif berisiko tinggi alergi, dianjurkan menghilangkan beberapa makanan yang bisa mencetuskan alergi, disebut diet eliminasi. Mengapa tidak dimulai dari saat kehamilan? Ternyata berbagai penelitian tidak bisa membuktikan hubungan diet saat hamil dengan alergi pada bayi kecuali untuk diet kacang tanah. Karena pencegahan alergi dengan menghilangkan kacang tanah dari menu ibu hamil tidak mempengaruhi kebutuhan gizi dan membantu ibu untuk melanjutkan dietnya nanti saat menyusui.</p>
<p class="western">
<h4><span>Fakta:</span></h4>
<p><span><span>·<span> </span></span></span>Kadar alergen susu sapi pada ibu yang diet eliminasi lebih rendah daripada yang tidak diet, begitu juga bila ibu mengonsusmi formula susu whey hydrolysate.</p>
<p><span><span>·<span> </span></span></span>Eliminasi telur, susu, dan ikan pada ibu menyusui selama tiga bulan pertama akan mengurangi pencetusan alergi pada bayinya tiga bulan berikutnya dan menurunkan kejadian kelainan kulit akibat alergi enam bulan berikutnya.</p>
<p><span><span>·<span> </span></span></span>Eksema jarang terjadi pada bayi yang disusui ibu yang melakukan diet eliminasi terhadap susu sapi, telur, ikan, kacang tanah, dan kedele dibandingkan ibu yang tidak diet. Pengurangan eksema ini terjadi hingga usia 3, 6, 18 bulan, namun tidak lagi berlangsung pada usia anak yang lebih tua.</p>
<h4><span>Makanan yang dianjurkan untuk dihindari </span></h4>
<p class="western"><span><span>1.<span> </span></span></span>Makanan laut. Ibu dapat mengganti makanan laut dengan ikan air tawar.</p>
<p class="western"><span><span>2.<span> </span></span></span>Kacang tanah</p>
<p class="western"><span><span>3.<span> </span></span></span>Telur. Ibu dapat menggantinya dengan daging ayam atau unggas</p>
<p class="MsoNormal"><span><span>4.<span> </span></span></span><span>Susu sapi. Ibu dapat menggantinya dengan dagingnya atau susu kedelai. </span></p>
<h4><span>Tak sembarangan diet</span><span> </span></h4>
<p>Sebelum ibu menghilangkan jenis makanan tertentu, sebaiknya ibu mengkonsultasikannya pada dokter. Sebab diet eliminasi sembarangan bisa membuat ibu kekurangan nutrisi, kebutuhan bayi tak terpenuhi, gagal tumbuh, dan malah bisa mencetuskan alergi. Jadi, perlu dipastikan dahulu apa penyebab alergi yang paling mungkin pada si kecil dan juga pada ibu.</p>
<p><span>Beberapa ahli menganjurkan diet eliminasi telur, susu sapi, dan ikan pada ibu menyusui setelah terbukti ada alergi makanan pada bayinya. Bahkan AAP sudah menganjurkan diet ini sejak bayi dinyatakan berisiko tinggi. Pengecualian untuk diet kacang tanah, jenis diet ini direkomendasikan semua ahli ini berdasarkan meningkatnya jumlah bayi yang alergi terhadap kacang.5sjx97ypri/span&gt;</span></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://ikuiku.dagdigdug.com/?p=6&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_6" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikuiku.dagdigdug.com/2009/07/14/cegah-alergi-pada-bayi-yang-asi-eksklusif/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Air Susu Ibu cegah Infeksi Neonatus</title>
		<link>http://ikuiku.dagdigdug.com/2009/07/14/air-susu-ibu-cegah-infeksi-neonatus/</link>
		<comments>http://ikuiku.dagdigdug.com/2009/07/14/air-susu-ibu-cegah-infeksi-neonatus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 09:21:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewisyochria</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<category><![CDATA[asi]]></category>

		<category><![CDATA[bakteri]]></category>

		<category><![CDATA[gizi]]></category>

		<category><![CDATA[ibu]]></category>

		<category><![CDATA[infeksi]]></category>

		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[lemak]]></category>

		<category><![CDATA[mineral]]></category>

		<category><![CDATA[neonatus]]></category>

		<category><![CDATA[protein]]></category>

		<category><![CDATA[vitamin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikuiku.dagdigdug.com/2009/07/14/air-susu-ibu-cegah-infeksi-neonatus/</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan laporan WHO tahun 2000, hanya15% bayi diberi ASI eksklusif selama 4 bulan, dan pemberian makanan pendamping ASI seringkali tidak sesuai dan tidak aman. 
Sejak tahun 1982 literatur medis telah mendata bahwa air susu tiap mamalia termasuk manusia punya daya proteksi terhadap turunannya karena mengandung antibodi terhadap berbagai antigen. Bayi yang tidak pernah mendapat ASI [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>Berdasarkan laporan WHO tahun 2000, hanya15% bayi diberi ASI eksklusif selama 4 bulan, dan pemberian makanan pendamping ASI seringkali tidak sesuai dan tidak aman. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sejak tahun 1982 literatur medis telah mendata bahwa air susu tiap mamalia termasuk manusia punya daya proteksi terhadap turunannya karena mengandung antibodi terhadap berbagai antigen. Bayi yang tidak pernah mendapat ASI dua kali lebih sering masuk rumah sakit dibanding yang dapat ASI. Banyak penelitian memperlihatkan ASI mengandung antibodi terhadap berbagai bakteri, virus, dan protozoa.<span id="more-3"></span> </span></p>
<h4><span>Faktor Protektif ASI </span></h4>
<p class="MsoNormal"><span>Sistem imunologi neonatus belum terbentuk sempurna, hingga pemberian ASI memegang peranan penting untuk mencegah infeksi. Immunoglobulin utama dalam ASI adalah IgA sebagai respon dari limfosit usus hingga mencerminkan antigen enterik dan respiratorik ibu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Air susu ibu juga mengandung faktor non imunologik, ,yang berperan sebagai faktor protektif serta menunjang pertumbuhan dan pematangan sistem imun dan metabolik. ASI juga mengandung berbagai komponen anti inflamasi, hormon (insulin, tiroksin, dan faktor pertumbuhan saraf) yang tak terdapat dalam susu formula. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Berbagai penelitian epidemiologik menunjukkan ASI pada bayi punya keuntungan terhadap kesehatan pada umumnya, pertumbuhan, perkembangan, dan pengurangan risiko terkena penyakit akut dan kronik. ASI mengurangi kejadian dan atau beratnya diare, infeksi paru bagian bawah, otitis media, sepsis, meningitis bakterialis, botulismus, infeksi saluran urogenitalis, dan enterokolitis nekrotikans. Seperti dilaporkan, hampir 90% kematian balita terjadi di negara berkembang dan lebih dari 40% kematian disebabkan diare dan ISPA, penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian ASI eksklusif. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<h4><span>Zat protektif ASI </span></h4>
<h4><strong><span style="text-decoration: underline"><span>Komponen Selular</span></span></strong><span></span></h4>
<p class="MsoNormal"><span>Sel dalam ASI misalnya makrofag, limfosit, neutrofil, dan sel epitel, berjumlah sekitar 4000/mm3. Jumlah ini akan cepat menurun setelah 2-3 bulan. Leukosit ASI terutama terdiri dari makrofag (90%) dibandingkan dengan neutrofil dan limfosit </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Makrofag</span></strong><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Makrofag adalah sel fagosit besar yang mengandung lisosom, mitokondria, pinosom, dan aparat Golgi. Fungsi makrofag adalah memfagositosis mikroorganisme bakteri dan jamur, membuat C3 dan C4, lisosom, dan laktoferin, membantu pelepasan IgA intraselular ke jaringan, membentuk sel raksasa, meningkatkan aktivitas limfosit, membantu pengangkutan dan penyimpanan imunoglobulin, dan berpartisipasi dalam pembentukan laktoperidase; suatu faktor pertumbuhan sel epitel usus dan maturasi enzim dalam brush border usus </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Leukosit polimorfonuklear (PMN)<span style="text-decoration: underline"> </span></span></strong><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kolostrum (hari 1-4 postpartum) mengandung 5 juta leukosit/mm3 dan 40-60% diantaranya adalah PMN yang makin menurun seiring maturnya ASI. Fungsi PMN terutama proteksi jaringan kelenjar mama dan bukan untuk proteksi neonatus. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Limfosit<span style="text-decoration: underline"> </span></span></strong><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Limfosit T dan B merupakan bagian sistem imun ASI yang terdapat dalam kolostrum dan ASI matur. Fungsi limfosit antara lain Mensintesis IgA, merespon mitogen dengan cara berproliferasi, meningkatkan interaksi makrofag-limfosit, dan melepaskan mediator-mediator, </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Di dalam ASI, sel B termasuk sel yang mengandung IgA, IgG, dan IgM Surface immunoglobulin. Orga dan Orga dalam penelitiannya melaporkan limfosit ASI akan berespon terhadap antigen rubela, sitomegalovirus, dan mumps. Kolostrum ibu juga berespon terhadap E.coli. </span></p>
<h4><strong><span style="text-decoration: underline"><span>Komponen humoral </span></span></strong><span></span></h4>
<p class="MsoNormal"><span>Komposisi imunoglobulin dalam ASI berbeda degan serum. ASI mengandung IgA jauh lebih tinggi daripada serum. IgA dan IgG dalam ASI sebagian berasal dari IgA dan IgG serum, sebagian lagi dari kelenjar payudara. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Imunoglobulin A dalam ASI terutama IgA sekretori yang stabil dalam pH rendah dan tahan terhadap enzim proteolitik. Fungsi sIgA ini adalah memproteksi mukosa usus terhadap virus dan bakteri, dan tetap ditemukan dalam ASI setelah satu tahun. Selain itu, faktor antibakterial dalam kolostrum dan ASI sama antara wanita dengan gizi baik maupun buruk. </span></p>
<h4><span style="text-decoration: underline"><span>Komponen non imunoglobulin</span></span><span></span></h4>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Faktor bifidus </span></strong><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Telah diketahui bahwa usus bayi mengandung laktobasilus bifidus yang merupakan bakteri baik usus, juga mengandung faktor bifidus yang menunjang pertumbuhan kuman baik ini yang tak ada dalam susu sapi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span>Antistaphylococcal factor </span></strong></em><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Pada percobaan binatang dengan tikus yang diberi infeksi Staphylococcus dibuktikan ASI mengandung substansi yang dapat mencegah bayi dari infeksi Staphylococcus. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Lisozim </span></strong><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Lisozim adalah enzim yang memiliki sifat bakteriolitik, berada dalam konsentrasi tinggi dalam ASI tapi sangat rendah dalam susu sapi.Enzim ini bersifat bakteriolitik terhadap enterobaktericeae dan bakteri gram positif. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Nukleotid </span></strong><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Nukleotid adalah senyawa yang berasal dari hidrolisis asam nukleat. Nukleotid bekerja sebagai pertahanan terhadap berbagai bakteri, virus, dan parasit. Carver pada penelitiannya membuktikan bahwa aktivitas sel NK dan produksi IL 2 lebih tinggi pada bayi usia 2-4 bulan yang diberi ASI dan susu formula ditambahkan nukleotid dibandingkan formula tanpa tambahan nukleotid </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Laktoferin </span></strong><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Laktoferin adalah protein yang dapat mengikat zat besi, mirip dengan transferin dalam serum. Laktoferin bersifat bakteriostatik terhadap berbagai bakteri gram positif, bakteri gram negatif baik aerob maupun anaerob , dan jamur, kecuali Helicobakcter pylori dan spesies Neisseria, Treponema, dan Shigella. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Laktoferin mengikat zat besi hingga bakteri tidak memperoleh zat besi untuk pertumbuhannya. Afinitas terhadap zat besi adalah 300 kali transferin. Laktoferin juga meningkatkan pelepasan sitokinin dari sel dan menekan pelepasan IL1, IL2 dan TNF alpha. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Interferon </span></strong><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Secara in vitro, diketahui interferon diproduksi oleh sel T dalam ASI. Fungsinya memang belum diketahui pasti, tapi interferon dapat meningkatkan fungsi makrofag dan menekan produksi IgE dan IL-10. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Komplemen </span></strong><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>ASI mengandung komponen C3 dan C4 walau dalam jumlah sedikit. C3 teraktivasi oleh IgA dan IgE yang diketahui dapat merusak bakteri yang terikat pada antibodi spesifik. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Protein pengikat vitamin B12 </span></strong><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>ASI mengandung sejenis protein bermolekul besar yang mengikat vitamin B12. Secara tak langsung, protein ini menghambat pertumbuhan E.coli yang memerlukan vitamin B12. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Gangliosid </span></strong><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Gangliosid adalah glikolipid yang terdapat dalam plasma sel membran terutama di substansi kelabu otak. Gangliosid memblokir aktivitas enterotoksin E.coli dan Vibrio cholerae dan Campylobacter jejuni di usus dengan cara mengikat toksin dan membentuk kompleks stabil yang mencegah toksin terikat pada sel usus. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Interleukin </span></strong><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Interleukin berefek terhadap aktifasi dan diferensiasi limfosit, serta terhadap produksi berbagai sel lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Sitokin </span></strong><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sitokin adalah salah satu substansi yang banyak diteliti akhir-akhir ini. Meski sudah lama diduga keberadaannya dan perannya terhadap imunologi serta proteksi ASI. </span></p>
<h4><span>Simpulan </span></h4>
<p><span>Bayi mendapat perlindungan dari ibu sejak kandungan. Saat janin, plasenta yang mengambil peran ini, tetapi setelah lahir ASI sudah siap menggantikannya. ASI mengandung banyak zat protektif berupa komponen selular, imunoglobulin dan non imunoglobulin yang memberikan proteksi terhadap bakteri, virus, jamur, dan protozoa. Sudah seharusnya semua bayi baru lahir diberikan ASI</span></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://ikuiku.dagdigdug.com/?p=3&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_3" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikuiku.dagdigdug.com/2009/07/14/air-susu-ibu-cegah-infeksi-neonatus/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
